jump to navigation

Tragedi Kemanusiaan Akhir tahun 2008 Desember 29, 2008

Posted by marketingkita in internasional.
Tags: , , , , , , , , , , ,
7 comments
Belum selesai gaung pemberitaan media masa tentang berita penyerangan terorisme di Mumbai, lagi lagi Timur Tengah kembali panas dan dunia dibuat tercengang dengan jatuhnya korban sipil warga Palestina di Gaza. Kadang di tengah pesimistis kita melihat riuh rendahnya pertikaian anak manusia di belahan bumi yang tiada pernah berakhir kita merenung, apa makna ini semua bagi kita?

Agama manapun di dunia ini tiada pernah mengajarkan aksi terorisme, namun kadang aksi terjadi karena ada unsur reaksi, terus bersambung tiada berkesudahan, dendam yang membara tiada terputus

Hidup dalam ketakutan dan bayang bayang maut yang siap merenggut orang orang yang mereka cintai

Banyak hal dicatat oleh sejarah tahun 2008, diantaranya sejarah baru bagi Amerika yang memiliki pemimpin kulit berwarna pertama, berbagai bencana alam terjadi di belahan dunia seperti badai dll, kita masih ingat tragedi seorang Ryan yang menghabisi nyawa lebih dari 10 orang, dan eksekusinya pelaku bom bali

Memang banyak peristiwa syarat akan kata kata terorisme, kenapa harus ada terorisme?

Daya apa yang dimiliki si lemah dan tidak berdaya ini menghadapi kekuatan super kuat tanpa kompromi
Apa saja yang membuat subur benih benih terorisme? saya tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya terlahir di keadaan yang rasanya menjadikan kita frustasi, kehilangan asa, dan tidak memiliki harapan ketenangan dalam hidup, kondisi ketakutan dan ketidakpastian? Tentunya semua manusia tidak ada yang menghendaki hal semacam ini “nightmare” dalam hidupnya
Apa yang kita rasakan bila peristiwa ini dialami oleh keluarga atau orang yang kita cintai?
Rasanya tidak bisa banyak berucap, melihat kekejaman manusia yang bisa punya hati melakukan hal seperti ini
Selemah lemahnya iman saya hanya bisa mengutuk keras aksi seperti ini dan selalu memohonkan kedamaian turun buat anak manusia, mendoakan agar orang yang ditinggalkan dan tersisa dari tragedi ini diberi kesabaran dan hati yang kuat untuk berjuang memperjuangkan hak mereka untuk bisa hidup damai dan tenang sebagaimana manusia di belahan bumi lain.

Satu sisi yang terlupa sebelum saya tutup catatan ini, saya juga berdoa agar saudara-saudaraku di porong memiliki masa depan dan kejelasan nasib atas musibah yang tidak tahu kapan akan berakhirnya semburan lumpur Lapindo ini, saya ingat di awal terjadinya siapa yang mengira hanya semburan kecil sebuah sumur bor migas bisa sebesar sekarang dampaknya, semoga semburan sumur bor migas baru yang muncul di Gresik milik Petro China tidak menjadikan Surabaya di kepung 2 kubangan lumpur Raksasa

Semburan Lumpur Baru Di Gresik, semoga bukan Lapindo Part 2

Selamat tinggal 2008, tahun bangkrutnya Kapitalis Rakus Dunia yang menjadikan krisis Keuangan yang pastinya masih kita rasakan di tahun 2009

Apapun yang terjadi kedepan, seharusnyalah kita tetap optimis dan memiliki harapan jadilah kesatria yang tegar menghadapi apapun kemungkinan baik dan buruk yang bakal terjadi

(Benny menulis untuk refleksi akhir tahun 2008)

Waralaba, Usaha Alternatif Kala Krisis Oktober 24, 2008

Posted by marketingkita in Bisnis, ritel.
Tags: , , , ,
comments closed

Usaha waralaba diklaim sebagai sebagai satu-satunya alternatif usaha yang kebal terhadap gempuran krisis finansial dunia.

Menurut Ketua Dewan Penasehat Waralaba Indonesia (Wali) Amir Karamoy, hal ini sudah terbukti pada krisis 1998 silam dimana sektor ekonomi banyak yang runtuh, waralaba justru menjamur.

“Dalam krisis finansial global, investasi portofolio mudah tergoncang, Wali berharap waralaba seharusnya diperlakukan alternative investasi. Karena dengan saham yang sangat peka, kalau waralaba paling imun terhadap resesi,” katanya.

Ia menyampaikannya saat membuka Franchise & License Expo Indonesia di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (24/10/2008).

Menanamkan modal di waralaba juga terbukti menggiurkan jika dibandingkan menyimpan uang di deposito. Jika menyimpan uang di deposito bunganya sekitar 7-8%, maka return dari bisnis waralaba bisa mencapai 20%.

“Jadi bunga bank itu peanut (kacang) lah dibanding return waralaba, sampai 20%. Inilah peluangnya,” katanya.

Franchise & License Expo Indonesia kali ini menghadirkan 125 peluang usaha waralaba dan lisensi. Pameran yang digelar selama 3 hari mulai 24-26 Oktober 2008 ini menargetkan pengunjung hingga 1.500 orang.

Rupiah Kembali Melemah capai 10500 Oktober 24, 2008

Posted by marketingkita in Bisnis, Finansial.
Tags: , , , , , , , , , ,
2 comments

Lagi lagi rupiah kita mendekati titik kritis, setelah beberapa hari di kisaran 9900- 10000an Jum’at tanggal 24 oktober ini di pasar spot mencapai 10200-10300 an bahkan di Kurs jual BCA sempat mencapai 10550 dan ditutup di 10450, banyak analis valas yang memprediksi melemahnya rupiah ini mungkin masih berlangsung beberapa saat kedepan dimana pasar keuangan yang panik di picu melemahnya sentimen di bursa saham dunia, hampir semua mata uang duniapun melemah terhadap dollar Amerika kecuali Yen Jepang yang lumayan menguat terhadap USD.

Aksi beli karena kepanikan ini semakin memicu para spekulan untuk mencari keuntungan.  Sampai sejauh ini BI (Bank Indonesia) belum mengambil langkah kongkret untuk menjaga Rupiah di posisi aman, karena BI masih mengunggu perkembangan kondisi market regional dimana dampak yang sama juga di rasakan di banyak negara Asia lainnya

Banyak kalangan yang memprediksi kemungkinan Rupiah masih bisa melemah ke posisi 10700an, namun kalau sampai 11000 masih melihat faktor sentimen regional yang berkembang dan tentunya intervensi Bank Indonesia sebagai pemegang kebijakan moneter dan finansial.

Sebelumnya Rupiah sempat menguat setelah BI mengeluarkan kebijakan GWM (Giro Wajib Minimal), BI melonggarkan aturan GWM untuk melonggarkan likuiditas perbankan yang saat ini ketat, akibat menurunnya perolehan dana pihak ketiga (DPK) dari penabung. BI berusaha memicu perbankan untuk tetap melaksanakan fungsi intermediasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi dapat berjalan dengan baik.

Diperkirakan rupiah akan masih tertekan pasar dalam beberapa hari kedepan, sekalipun BI melalui berbagai instrumen menahan tekanan pasar terhadap rupiah,”

Mungkin ini momen untuk para eksportir dan produk lokal mengambil kesempatan di momen yang ada saat ini. Semoga Semua bisa lebih baik