jump to navigation

Strategi menghadapi lawan dengan harga murah Oktober 15, 2008

Posted by marketingkita in Bisnis.
Tags: , , , , , , ,
trackback

Perusahaan mempunyai tiga pilihan: menyerang, berdampingan dengan gelisah, atau menjadi yang termurah. Semuanya tidaklah mudah, tetapi dengan kerangka yang tepat bisa membantu strategi mana yang dipilih dan berhasil.

Bila ada perusahan baru masuk kedalam industry yang telah dikuasai, kemudian menjual produ dengan harga yang lebih murah akan timbul pertanyaan:
1. Apakah perusahaan ini akan mengambil pelanggan sekarang ini dan dimasa yang akan datang?
- Bila tidak, perhatikan dan jangan mengambilnya sebagai rival baru
- bila iya, Jangan langsung perang harga, tingkatkan diferensiasi produk dengan kombinasi taktik menghadapinya
2. Apakah cukup beberapa konsumen ingin membayar lebih kepada keuntungan yang ditawarkan?
- Bila tidak, pelajari bagaimana hidup di perusahaan yang lebih kecil, jika memungkinkan gabungkanlah atau akuisisi perusahaan pesaing
- Bila iya, perkuat diferensiasi produk dengan menawarkan keuntungan lebih, kerja lembur dengan me-restruktur untuk memperkecil harga keuntungan yang ditawarkan
3. Jika saya menyediakan bisnis dengan harga murah, apakah akan ber-sinergi dengan bisnis yang telah ada?
- Bila tidak, rubahlah solusi penjualan atau merubah perusahaan anda dengan pemain di harga murah
- Bila iya, seranglah saingan anda dengan menyediakan bisnis harga murah.

Yang menarik dalam bahasan ini bila menghadapi persaingan dengan harga murah yang ditawarkan, tingkatkan diferensiasi produk anda dan tawarkan keuntungan-keuntungan sehingga konsumen akan tetap memilih produk anda, sehingga bisa diambil kesimpulan bahwa yang perlu dilakukan adalah:
Pertama, Lower price strategy: menawarkan produk yang sama dengan harga lebih murah. Startegi ini tentu membutuhkan operational excellence untuk menekan biaya.
Kedua, imitate and improve: memberikan berbagai tambahan kelebihan, misalnya dengan fitur yang lebih canggih tanpa harus mengorbankan harga yang dapat dicapai dengan memiliki teknologi atau sumber daya yang lebih canggih.

Yang paling menarik adalah alternatif ketiga, yaitu Market Power. Dua alternatif sebelumnya berkonsentrasi pada produk, sedangkan alternatif ketiga lebih melihat pasar, terutama dalam hal positioning dan komunikasi. Jika keduanya menggunakan positioning dan komunikasi yang sama, pengikut tidak akan pernah menjadi nomor satu dan hanya memperoleh pangsa pasar tidak lebih dari 3/4 pangsa sang pemimpin pasar.
Dengan kata lain, apa yang dilakukan produk A dengan menghasilkan produk yang memiliki superioritas tidak berbeda jauh dari produk B harus dipadukan juga dengan strategi pemasaran yang superior. Tidak hanya sekedar mengandalkan harga murah dan perbaikan produk, tetapi juga punya market power yang memedai dengan memiliki positioning yang unik sebagai alasan membeli bagi pelanggan.

Komentar»

1. asep eko - April 21, 2009

tolong saya, saya mau minta bantuan saudara-saudara, begini ceritanya, saya pengusaha warnet, dimana warnet saya berkembang cukup bagus, namun sekarang ada yang membuka warnet la berdampinagan dengan warnet saya, terus warnet itu memasang tarif lebih murah di bandingkan dengan warnet yang saya punya. jadi penghasilan yang biasa malah berkurang. saya mau minta bantuannya, bagaimana cara untuk menarik kembali pelanggan saya yang sudah pindah ke warnet baru tersebut?. saya tunggu secepatnya balasan dari saudara, baik via emal atau apa saja.

trims